Kalasan Raih Juara 1 sebagai Penyaji Terbaik dalam Festival Jathilan Sleman 2022

Cipto Wiloho, kontingen dari Kapanewon Kalasan berhasil meraih Juara 1 sebagai Penyaji Terbaik dalam Festival Jathilan Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2022. Acara ini digelar selama dua hari berturut-turut mulai tanggal 21 s.d 22 Mei 2022 di Gedung Kesenian oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) dalam rangka melestarikan dan mengembangkan potensi kebudayaan serta mensosialisasi tata nilai budaya melalui seni pertunjukan sesuai dengan yang diamatkan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Adapun jadwal Festival Jathilan tersebut adalah Sabtu, 21 Mei 2022 akan ada penampilan dari sembilan kapanewon, yaitu: Kelompok Krido Budoyo Turonggo Mudo dari Kapanewo Cangkringan, Bismo Budaya dari Kapanewon Ngaglik, Panca Wisesa dari Kapanewon Godean, Turonggo Seto Sunggingan dari Kapanewo Minggir, Kundho Taruno Wonolelo dari Kapanewon Ngemplak, Wono Amarto dari Kapanewon Turi, Ambar Atmaja dari Kapanewon Gamping, Turonggo Mudha Lestari Budoyo dari Kapanewon Depok, dan Asmoro Yudho dari Kapanewon Seyegan.

Sedangkan untuk Minggu, 22 Mei 2022 akan ada penampilan dari delapan kapanewon, yaitu: Kelompok Langen Turonggo Mudho dari Kapanewon Berbah, Turonggo Seto dari Kapanewon Sleman, Putro Barong Budoyo dari KapanewonTempel, Turonggo Macho Budoyo dari Kapanewon Prambanan, Turonggo Santi Mulyo dari Kapanewon Moyudan, Arum Mlati dari Kapanewon Mlati, Cipto Wiloho dari Kapanewon Kalasan, dan Ngesti Karyo Budoyo dari Kapanewon Pakem.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman, Edy Winarya mengatakan Festival Jathilan Kabupaten Sleman Tahun 2022 diselenggarakan dalam rangka melestarikan dan mengembangkan potensi kebudayaan serta mensosialisasi tata nilai budaya melalui seni pertunjukan.
“Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk menggali dan menjaring potensi seniman yang ada ditingkat masyarakat, serta sebagai wujud perhatian Pemkab Sleman terhadap kelestarian seni agar dapat menggugah kembali semangat kebersamaan dalam rangka beraktifitas dan berkreasi dalam bingkai kompetisi di kalangan seniman.” terangnya.

Menurut Edy, Kalasan berhasil menjadi yang terbaik setelah mengantongi nilai tertinggi dari dewan juri. Ketiga dewan juri yang terdiri dari Gandung Jatmiko, Sancoko, dan Erlina Panca memberikan nilai 781 pada Kontingen Kapanewon Kalasan dan berhasil mengungguli 16 kontingen dari kapanewon lainnya.

“Penyaji terbaik kedua diraih oleh kontingen dari Kapanewon Godean dengan nilai 769 dan penyaji terbaik ketiga kontingen dari Kapanewon Moyudan dengan nilai 733. Sedangkan untuk juara harapan 1 diraih oleh Kapanewon Sayegan dengan nilai 728, Kapanewon Pakem meraih juara harapan dua dengan nilai 716, kemudian disusul Kapanewon Berbah sebagai juara harapan tiga dengan nilai 714” imbuhnya.

Edy menambahkan, kegiatan yang bersumber dari dana Keistimewaan DIY tahun 2022 ini tetap menerapkan protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Dnang Maharsa yang hadir dan membuka festival tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya “event” budaya tingkat kabupaten yang cukup besar dengan melibatkan seluruh kapanewon yang ada di Kabupaten Sleman.

Ajang ini juga dapat menjadi media beraktivitas dan peningkatan kualitas seniman guna mempertahankan eksistensi jati diri seniman sebagai salah satu akar budaya seni dan untuk menggali dan menjaring potensi seniman yang ada ditingkat masyarakat. Selain itu, juga untuk pembangunan karakter terhadap masyarakat luas khususnya generasi muda serta meningkatkan “rasa handarbeni” terhadap budaya sendiri yang adiluhung. Dengan semakin meningkatnya internaisasi budaya dikalangan warga masyarakat akan menjadi benteng sekaligus filter yang kuat di era globalisasi. Pecinta budaya dimanapun berada khususnya warga masyarakat Sleman untuk dapat bergabung dan menikmati sajian budaya tersebut melalui kanal Youtube Kundha Kabudayan Sleman Sleman.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=oDHPLlOLOpA&t=15090s

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*