Kalasan Raih Juara I Lomba Siskamling 2017 Tingkat Kabupaten Sleman

Kecamatan Kalasan yang diwakili oleh Dusun Somodaran berhasil meraih juara pertama  dalam lomba Siskamling Tingkat Kabupaten Sleman. Lomba ini diikuti oleh seluruh Kecamatan yang masing-masing mengirimkan 1 wakil padukuhan. Penilaian meliputi administrasi, kelengkapan alat Sikamling, ketrampilan petugas Kamling.

Penyerahan hadiah sendiri diberikan di Aula Unit I Sleman pada Senin (16/10/2017) . Kepala Dinas PolPP Kab.Sleman Drs.H Hery Sutopo MM  menyatakan, lomba siskamling tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh Dinas Pol PP ini merupakan upaya jemput bola. Tidak hanya pihak kepolisian yang dituntut untuk mengaja keamanan, tetapi masyarakat juga terlibat. “Peran serta masyarakat memang sangat penting, apalagi banyak kasus-kasus pencurian di desa-desa. Sehingga, dengan adanya lomba siskamling ini, warga desa bisa menghidupkan kembali tradisi ronda pada saat malam hari,” tuturnya.

Menurutnya, keberhasilan yang diraih oleh Padukuhan Somodaran ini sebagai bukti kepedulian masyarakat di sekitarnya tentang pentingnya sebuah ketertiban dan kamanan lingkungan masing-masing. Namun semua tidak lepas dari rasa persatuan, kebersamaan dan kekompakan warga masyarakat yang terus selalu mejaga keamanana. “Memang seperti kami harapkan kerja sama yang terjalin seluruh eleman masyarkat baik dengan pihak keamanan,” ucapnya.
Pada  penilaian poskamling, tim  penilai melakukan pengecekan  perlengkapan beserta administrasinya,  personel yang melaksanakan ronda termasuk fungsi dan tugasnya, pengecekan cara membunyikan kentongan dan penilaian peragaan penculikan,  penilaian peragaan bahaya kebakaran dan penanggulangannya,  serta bagaimana cara penggunaan alat pemadam kebakaran yang benar. “Ini juga  merupakan hasil dari kerja sama antara pemerintah desa, pemuda, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat. Kekompakan ini tidak hanya di satu kegiatan, namun pada kegiatan yang lain,” jelasnya.

Dia mengaku, siskamling yang dilakukan oleh masyarakat dengan cara bergantian dan terjadwal ini, masih menggunakan kentongan sebagai media komunikasi antar warga setempat. Mereka beranggapan, kentongan dirasa lebih cepat untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat dibanding dengan alat komunikasi dengan menggunakan telepon genggam. “Kentongan itu paling efektif, selain bisa membuat sendiri, juga mempunyai suara lantang. Apabila dipukul, semua warga bisa mendengar dan keluar rumah kalau sewaktu-waktu ada kejadian yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Ditambahkan, pihaknya harapkan terhadap semua desa agar terus mendorong serta menghidupkan kembali sikamling untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat masing-masing lingkungan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*