MEMETRI WIJI Sanggar Pembinaan Budi Pekerti dan Pelestari Budaya Jawa, di dusun Tamanan, Tamanmartani, Kalasan mulai tahun 2022 peserta mendapatkan tambahan materi latihan Ketrampilan Karawitan.
Sebelumnya para peserta yang rata-rata usia TK, SD dan SMP itu mendapatkan materi tentang Budi Pekerti, termasuk Unggah Ungguh dan tata krama, menulis dan membaca aksara Jawa, Tembang Macapat dan dolanan anak. Seiring dengan telah diterimanya perangkat gamelan besar pelok slendro gagrak Ngayojan, maka peserta didik mendapat tambahan jadwal khusus latihan karawitan, dengan pelatih Suprapto.
Joko Saptono pendiri sanggar yang juga pengurus KIM, Selasa Malam 11/1/2022 menuturkan bahwa Sanggar Memetri Wiji berdiri tahun 2012. Dengan tujuan membangun Budi Pekerti Anak. Hal ini dilakukan sebagai jawaban atas keluhan kebanyakan orang tua tentang menurunya budi pekerti sebagian anak.
Peserta terdiri dari anak anak usia TK, SD dan SMP dengan jadwal pertemuan setiap hari Minggu. Kegiatan memanfaatkan waktu diluar jadwal pendidikan formal dan TPA. Dengan pembimbing Wahyu Widayati dan Nurkhayati. Dengan jumlah peserta aktif 20 hingga 25 anak.
Peserta Memetri Wiji tidak dipungut Beaya, bahkan keperluan alat tulis diberikan cuma cuma, Timpal Wahyu Widayati ditengah-tengah peserta menunggui latihan Karawitan.
(Tri Joko S/KIM Kalasan)

Be the first to comment