Selasa (14/06), Panewu Kalasan, Drs. Siswanto memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Mini Lokarya Percepatan Penurunan Stunting di Kapanewon Kalasan. Acara ini dihadiri oleh KUA Kalasan, BKKBN DIY, PLKB, Bidan dan Kalurahan bertempat di Gedung PKB Kapanewon Kalasan.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku. Standar dimaksud terdapat pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan beberapa dokumen lainnya.
Stunting merupakan isu nasional yang dalam hal ini disikapi secara serius. Drs. Siswanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada banyak hal yang harus dilakukan untuk menurunkan angka stunting. Mengingat angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi maka diperlukan upaya-upaya untuk menurunkan angka stunting secara signifikan.
Penurunan stunting menitikberatkan pada penanganan penyebab masalah gizi, yaitu faktor yang berhubungan dengan ketahanan pangan khususnya akses terhadap pangan bergizi (makanan), lingkungan sosial yang terkait dengan praktik pemberian makanan bayi dan anak (pengasuhan), akses terhadap pelayanan kesehatan untuk pencegahan dan pengobatan (kesehatan), serta kesehatan lingkungan yang meliputi tersedianya sarana air bersih dan sanitasi (lingkungan).
“Seluruh stakeholder harus berkerjasama dalam percepatan penanganan stunting, dimulai dengan penguatan kelembagaan pengelolaan stunting dari level pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa dan lembaga non-pemerintah yang terkait”, tutup Siswanto.
Oleh karena itu, dengan adanya mini lokakarya penanganan stunting ini, seluruh stakeholder diharapkan segera melakukan koordinasi untuk penurunan angka stunting seperti kerjasama dalam percepatan penanganan stunting untuk menyukseskan program prioritas nasional, memasukkan anggaran percepatan penurunan stunting lewat perubahan anggaran desa, melakukan sosialisasi elsimil sampe tingkat bawah dusun dan RT juga dapat PKK dusun, mengadakan rembuk stanting mohon di laksanakan minimal satu tahun sekali agar dapat menekan keadaan stunting yang sekarang 7,6% menjadi 4%.

Be the first to comment