Empat Kelompok Pegiat Sampah Terima Bantuan Kendaraan Operasional

Kalasan – Pemerintah Kapanewon Kalasan melalui anggaran PUPM tahun 2025 merealisasikan pengadaan kendaraan roda tiga, untuk empat kelompok pegiat pengelolaan sampah. Masing-masing kalurahan mendapatkan satu unit kelompok pegiat sampah, yang penyerahannya dilakukan Panewu Kalasan Samino, di Halaman Kantor Kapanewon Kalasan, Rabu (20/8/2025).

Keempat kelompok pegiat sampah yang menerima bantuan ialah Bank Sampah Krido Utomo, Kringinan, Kalurahan Tirtomartani, Bank Sampah Intens, Kadirojo 1 Kalurahan Purwomartani, Bank Sampah Cageran Asri, Cageran, Tamanmartani, dan Bank Sampah Amrih Lestari, Sindon, Kalurahan Selomartani.

Penyerahan bantuan kendaraan roda tiga sebagai kendaraan operasional empat bank sampah itu disaksikan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman dan jajaran Forkompim Kapanewon Kalasan.

Panewu Kalasan, Samino dalam sambutan sebelum secara resmi menyerahkan bantuan. Pada momentum itu ia mengatakan, membudayaan hidup bersih dan sehat itu bukan hanya menjadi menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi menjadi tanggung jawab bersama yang diawali dari diri sendiri, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Masalah sampah telah menjadi masalah bersama dan harus segera ditangani. Karena kalau tidak bahkan berlarut-larut akan berdampak pada kesehatan, pencemaran lingkungan dan pencemaran udara,” ujarnya.

Samino pun meminta masyarakat memilah sampah dari lingkungan keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

“Bahkan yang bisa didaur ulang untuk kepentingan keluarga dan menjadi pupuk bisa diselesaikan. Kalau kepedulian telah muncul dari masing-masing individu dan keluarga, maka masalah sampah akan semakin berkurang,” ujarnya.

Terkait dengan keberadaan sampah di sepanjang Selokan Mataram, Pemerintah Kapanewon Kalasan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, melakukan identifikasi, melakukan mapping untuk selanjut merumuskan cara dan strategi pencegahan dan penanganan. Hingga rencana pemasangan alat pantau CCTV di titik-titik tertentu.

“Sepanjang Selokan Mataram bukanlah tempat pembuangan sampah, tetapi sejauh ini banyak masyarakat yang membuang sampah secara liar. Selokan Mataram adalah bangunan prasarana irigasi yang memiliki sejarah panjang. Selokan Mataram pula, dibangun melalui perjuangan, proses itu memiliki pesan mendalam, karena dengan dibangunya Selokan Mataram sawah menjadi subur berdampak peningkatan produksi pertanian,” jelas Samino.

“Mari mengelola sampah dengan baik, dimulai dari diri sendiri dan keluarga di rumah tangga,” tandasnya.  (Tri Joko S – KIM Kalasan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*