
KALASAN – Pada minggu ketiga dan keempat bulan September 2026, Jawatan Sosial Kapanewon Kalasan bekerjasama dengan Puskesmas Kalasan menyelenggarakan kegiatan parade monitoring verifkasi pengukuran balita. Kegiatan ini berlangsung di empat kalurahan, yaitu Tirtomartani, Purwomartani, Tamanmartani, dan Selomartani, pada tanggal 21, 22, 23, dan 28 September 2026.
Peserta kegiatan meliputi pemerintah kalurahan se-Kapanewon Kalasan, kader kesehatan, balita yang terindikasi stunting beserta orang tua, serta narasumber gizi dari Universitas Ahmad Dahlan dan RS Pantirapih. Dalam kegiatan ini dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan serta konsultasi gizi terhadap 159 anak, dengan rincian 36 anak di Selomartani, 44 anak di Purwomartani, 42 anak di Tamanmartani, dan 37 anak di Tirtomartani. Selain itu, dilaksanakan penyuluhan gizi di kalurahan Selomartani untuk mendukung tumbuh kembang anak agar optimal dan bebas dari indikasi stunting dengan narasumber mahasiswa STIKES Panti Rapih dan UAD.
Data pemantauan menunjukkan bahwa di Kapanewon Kalasan pada tahun 2025 terdapat 3.862 anak yang dipantau. Dari jumlah tersebut, tercatat 145 anak (3,75%) mengalami kurang gizi, 224 anak (5,8%) berstatus stunted, dan 176 anak (4,6%) mengalami stunting. Angka ini menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan pemantauan intensif dan langkah berkelanjutan untuk menekan prevalensi stunting di wilayah Kalasan.
Melalui kegiatan monitoring verifikasi pengukuran balita ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif dan sinergi lintas sektor dalam mendukung program percepatan penurunan stunting. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara rutin menjadi dasar penting bagi penyusunan strategi intervensi gizi dan kesehatan anak di Kapanewon Kalasan. (ER)

Be the first to comment