Merawat Tradisi Budaya Wiwitan di Kampung Benih Padi Gamagora 7

Kalasan, 3 September 2025

Bertempat di Kampung Benih Padi Gamagora 7, Karang Kalasan, Tirtomartani, Kapanewon Kalasan pada hari Rabu tanggal 3 September 2025, Bapak Panewu Kapanewon Kalasan memenuhi undangan dari Kelompok Tani Rukun, Karang Kalasan, Tirtomartani, Kapanewon Kalasan untuk mengikuti Acara Merawat Tradisi Budaya Wiwitan di Kampung Benih Padi Gamagora 7, Karang Kalasan, Tirtomartani, Kapanewon Kalasan.

Tradisi budaya wiwitan adalah ritual budaya agraris masyarakat Jawa, khususnya petani padi, yang dilakukan sebelum memulai panen untuk memohon kelancaran dan hasil yang melimpah. Secara harfiah, “wiwit” berarti memulai, merujuk pada tindakan memotong sedikit padi sebagai simbol kesiapan panen. Upacara ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan, serta wujud pelestarian kearifan lokal yang menjalin kebersamaan dan tanggung jawab terhadap alam dan sesama.

Turut hadir dalam acara tersebut dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) DIY, Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, Direktur Perbenihan LTT DIY, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, serta Lurah Tirtomartani.

Tradisi budaya wiwitan yang penuh dengan nilai kearifan lokal ini memiliki tujuan diantaranya: sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas berkah hasil panen yang diberikan, memanjatkan permohonan agar panen padi berjalan lancar, bebas dari hama, dan menghasilkan hasil yang melimpah, memperkuat ikatan kekeluargaan dan persaudaraan antara petani dan masyarakat sekitar, serta sebagai wujud pelestarian warisan nenek moyang dan menjaga nilai-nilai kearifan lokal di tengah era modernisasi. Kehadiran pihak Kapanewon Kalasan dalam pertemuan ini sejalan dengan salah satu fungsi Kapanewon yaitu pengoordinasian kegiatan pemberdayaan masyarakat lingkup perekonomian dan pembangunan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*