
Kalasan — Jawatan Sosial Kapanewon Kalasan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pendataan Kemiskinan dan Stunting pada Jumat, 11 September 2026 bertempat di Ruang Rapat Sumanggem. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Puskesmas Kalasan, TKSK Kalasan, TPSK Kalurahan, Kamituwa Kalurahan, Ketu Forum UMKM, serta jajaran jawatan di Kapanewon Kalasan.
Dalam rakor disampaikan bahwa upaya pengentasan kemiskinan terus dilakukan secara berkesinambungan. Berdasarkan data semester II tahun 2025, persentase kemiskinan di Kapanewon Kalasan tercatat sebesar 6,22% atau berada pada posisi keempat terendah dibandingkan jumlah KK yang ada. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata Kabupaten Sleman yang mencapai 6,73%, serta menurun dari semester I tahun 2025 yang sebesar 6,78%. Adapun jumlah penduduk pada semester II tahun 2025 tercatat sebanyak 30.663 jiwa.
Selain itu, rakor juga membahas kondisi stunted dan stunting di wilayah Kalasan. Pada semester II tahun 2025 tercatat 224 kasus stunted dan 176 kasus stunting.
Sebagai tindak lanjut, peserta rakor menyepakati rencana updating data pada semester I tahun 2026 serta pelaksanaan monitoring bersama Puskesmas dan tim PKH yang akan dijadwalkan pada bulan September dan Oktober tahun 2026 di tiap kalurahan. Langkah ini ditujukan untuk mengidentifikasi determinan kemiskinan dan stunting, sekaligus merumuskan strategi baru dalam menurunkan angka kemiskinan serta kasus stunted dan stunting di Kapanewon Kalasan. (er/king)

Be the first to comment