Kecamatan Kalasan bekerjasama dengan HIMPAUDI Kalasan, IGTK serta Desa-desa se Kecamatan Kalasan mengadakan roadshow Bunda PAUD di wilayah Kec.Kalasan. Acara ini diadakan selama 4 (empat) hari berturut-turut dari tanggal 28-31 Agustus 2017.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk audiensi terhadap pelaku PAUD di dusun-dusun yang berada di wilayah Kecamatan Kalasan.
Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah berasal dari unsur IGTK,Himpaudi, pelaku PAUD Desa. Dalam kesempatan ini dilakukan penandatanganan surat komitmen kerjasama PAUD desa. Isi dari komitmen ini adalah :
- Semua PAUD mendukung dan berupaya menuju PAUD RAMAH ANAK;
- Semua PAUD tidak menolak Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang akan dititipkan ke PAUD;
- Semua PAUD mendukung GERBANK ASA di Kecamatan Kalasan.
Bunda PAUD Kecamatan Kalasan Dra.TINA HASTANI MM menyampaikan bahwa pentingnya peran Bunda PAUD untuk mewujudkan generasi yang berkualitas.Pendidikan anak usia dini secara umum bertujuan untuk memberikan stimulasi atau rangsangan bagi perkembangan potensi anak agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulis, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Pendidikan informal merupakan pendidikan paling awal yang dialami oleh seorang anak usia dini. Pada masa usia 0 hingga 4 tahun, kehidupan sehari-hari seorang anak berada pada lingkungan keluarga dan lingkungan sekitarnya. Kemampuan orang tua mendidik anak-anaknya pada usia ini menjadi penentu kesiapan anak memasuki pendidikan yang lebih tinggi. Dikatakan bahwa kecerdasan anak telah mencapai 50% pada usia 4 tahun, maka betapa pentingnya pendidikan di masa awal kehidupannya ini.
Memasuki usia 2 tahun hingga usia 4 tahun, seorang anak sudah dipersiapkan memasuki Kelompok Bermain. Di sini, pengembangan kemampuan anak dilakukan dengan bermain. Bermain yang dimaksud adalah bermain yang bermakna, menyenangkan, mengajak anak aktif, memotivasi anak untuk memilih atau menentukan, beraturan dan mengandung berbagai simbol kehidupan yang akan mereka hadapi kelak. Dengan bermain, seorang anak akan dapat mengembangkan kemampuan motorik, kemampuan kognitif, kemampuan afektif, kemampuan bahasa, dan kemampuan sosialnya

Be the first to comment