Musim penghujan yang tak menentu saat ini dan lingkungan padat penduduk yang kotor bisa menyebabkan potensi tumbuhnya jentik nyamuk. Puskesmas Kalasan bekerjasama dengan Kecamatan Kalasan dan Desa Tamanmartani Jumat (12/4) dibantu Kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik),dan Relawan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk di Dusun Pucung Desa Tamanmartani Kecamatan Kalasan.
Sebanyak 5 RT yang tersebar di Padukuhan Pucung disisir oleh Tim Pokjanal DBD. Apabila tim menemukan genangan air dalam suatu wadah atau botol di luar rumah maka akan langsung dibalik supaya tidak menampung air hujan lagi. Pemantauan dengan melihat langsung pekarangan/halaman bak mandi, tempat penampungan air, dispenser dan sangkar burung. Dari 116 titik/rumah ditemukan titik Positif ada jentik sehingga ABJ mencapai 89,6% masih di bawah angka Bebas Jentik yaitu 95%.
Hasil dari pemantauan terdapatnya sarang nyamuk/jentik ternyata terdapat di pekarangan/halaman rumah warga yaitu pada bak mandi, ban bekas, bekas wadah minuman kemasan, ember cat, kwali bekas yang dibuang oleh warga sembarangan sehingga dapat menampung air hujan untuk sarang nyamuk. Tim Pokjanal DBD mengingatkan kepada warga dan kader di Dusun Pucung bahwa penderita DBD di Kabupaten Sleman meningkat .
Pemerintah Desa Tamanmartani bersama kader jumantik senatiasa mengingatkan warga termasuk warga masyarakat agar peduli dan menjaga kebersihan lingkungan dari ban bekas, pot, kaleng yang bisa menampung air hujan serta genangan got yang mampet, karena akan tumbuh jentik.
Camat Kalasan, Siti Anggraeni Susila Prapti mengharapkan agar tidak hanya aparat pemerintah dan kader saja yang melaksanakan kegiatan bersih-bersih, tetapi juga warga masyarakat pun diharapkan juga sadar akan kebersihan lingkungan dan memantau jentik di rumahnya masing -masing.

Be the first to comment